Thursday, 3 March 2016

Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe masuk ke Gudang Baliem Blue Coffee

Tanpa diduga, setelah Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe melakukan pertemuan dengan para pemilik Tanah ulayat dan penghuni kompleks pertanian dan peternakan Desa Nolokla, Kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Gubernur diundang oleh Kepala Gudang Baliem Blue Coffee Abolok Kano untuk masuk ke gudang produksi dan melihat tempat produksi satu-satunya produk unggulan Tanah Papua yang sudah berulang-kali di-ekspor ke pasar internasional ini. Setelah gubernur memberikan arahan agar masyarakat penghuni lokasi/ kompleks pertanian dan peternakan Kampung Harapan meninggalkan lokasi demi kepentingan even nasional PON ke 20 tahun 2020, ada dua orang diberi kesempatan untuk bertanya-jawab. Orang pertama ialah seorang Ondoafi dari Sentani Timur, dan kesempatan kedua ialah sang Kepala Gudang, Abolok Kano. Dalam penyampaiannya Kepala Gudang menyatakan,
Gudang Kopi Baliem Arabica, yang selama ini baik Gubernur maupun para Kepala Dinas di Tanah Papua bangga-banggakan kami sudah ekspor ke luar negeri sebagai indikasi keberhasilan pemerintah itu gudang produksinya akan digusur oleh kegiatan PON 20, tahun 2020 ini. Apakah Pak Gubernur pikir lebih penting PON 2020 yang hanya berlangsung sekian hari itu akan angkat harkat dan martabat orang Papua, dan akan memajukan orang Papua, ataukah kehadiran GUdang Kopi di Kampung Harapan ini yang selama ini menjadi kebanggaan kita semua? Kaka Gubernur juga harus tahu, bahwa semua penghuni di kompleks pertanian Kampung Harapan ialah Orang Asli Papua, tidak ada pendatang di sini. Dan kalau kaka Gub mau gusur ini semua, kami minta lokasi pemindahan yang jelas, dan sudah siap baru kami bisa disuruh keluar dari sini. Dan saat ini juga, Gubernur harus datang ke Gudang Baliem Blue Coffee saat ini, biar lihat sendiri, apakah mesin dan peralatan yang ada bisa dipindahkan atau tidak, agar langsung lihat sendiri yang selama ini dibangga-banggakan itu gudangnya seperti apa.
Mendengar ajakan itu gubernur langsung mencari dan memegant tangan Abolok Kano dan menuju ke Gudang BBCoffee (singkatan Baliem Blue Coffee) yang berjarak kurang dari 50 meter dari tempat pertemuan, yaitu di depan jemaat lokal Gereja GKI di Tanah Papua Kompleks Peternakan/ Pertanian Kampung Harapan. Ketua Koperasi Baliem Arabica juga sempat hadir dan memberikan keterangan lebih lengkap tentang situasi koperasi secara luas, mulai dari perkebunan kopi di pegunungan tengah Papua, pengolahan kopi, jual-beli, sampai kepada produksi dan pemasaran Kopi Papua. Menurut Ketua Koperasi kepada Gubernur Enembe, bahwa Koperasi Baliem Arabica telah membangun jaringan bisnis mulai dari kebun sampai ke cangkir Kopi. Dan bukan itu saja, mulai dari produksi sampai pemasaran juga telah ada jaringan bisnis yang jelas. Koperasi Baliem Arabica telah memiliki Unit Sales & Marketing lewat PAPUAmart.com, dan Unit Produksi lewat Baliem Blue Coffee serta Unit Penjualan BANANA Leaf Cafe, yang saat ini sedang dibangun di Pertigaan Jalan Post 7 Sentani, Jayapura, Papua.

No comments:

Post a Comment