Sunday, 10 January 2016

Toko Online di Indonesia Masih Harus Mengatasi Masalah: Trust Antara Penjual dan Pembeli

Dalam salah satu artikel saya atau catatan saya di Facebook.com, saya, Jhon Yonathan Kwano, pernah mengatakan bahwa kndala terbesar yang dihadapi orang Papua dalam menjalankan toko Online ialah karena Orang Papua tidak percaya, atau belum berani percaya kepada penjualan-penjualan di Toko Online.

Sejak akhir tahun 2013 saya mulai pindah ke pulau Jawa dan memulai sebuah Toko Online bernama PAPUAmart.com. Dalam perjalanan waktu hingga tahun 2016 ini, saya mendapati bahwa sebenarnya tingkat kepercayaan antara penjual dan pembeli Online itu berimbang. Masih ada gap "trust" antara penjual dan pembeli Online.

Selama berjualan secara Online baru saya temukan, bahwa banyak calon pembeli tidak percaya kalau saya yang punya Toko Online adalah benar-benar manusia, dan benar-benar ada di alamat yang saya tulis di situs Toko Online saya. Jangankan saya suruh calon pembeli percaya saya adalah orang Papua, keberadaan saya sebagai penjual nyata-pun masih diragukan. Kebanyakan calon pembeli mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah ke kunjungan langsung secara fisik ke Kantor Pusat PAPUAmart.com

Ada satu perusahaan Kopi terbesar di Jakarta Pusat malah mau datang ke gudang saya di Jakarta Selatan. Walaupun saya sudah datang ke kantornya, dia masih mau datang ke gudang saya.

Pada saat orang epsan, tiba-tiba saya juga mendapati diri bertanya kepada diri sendiri, "Apakah ini benar-benar orang jujur? Apakah benar-benar mereka akan bayar kopi ini?" dan pertanyaan sejenis. Sebagai tanggapannya saya selalu meminta calon pembeli untuk mengirimkan uang terlebih dahulu sebelum saya kirimkan barang. Kalau pesanannya dalam jumlah 100 kg ke atas maka saya biasanya minta dibayarkan 50% dulu baru saya akan kirim barangnya.

Dengan jalan keluar begini-pun, masih saja ada orang yang menanyakan kepada saya berkali-kali, "Apakah kopi akan dikirim? Kapan? Hari atau jam berapa? dan pertanyaan agak lucu lainnya yang pada intinya mau membantu diri mereka meyakini bahwa kopinya akan dikirim.

Interaksi seperti saya gambarkan di sini bertujuan untuk menunjukkan bahwa tingkat prosentasi "trust" antara pebisnis dan konsumen Toko Online di Indonesia masih harus menunggu beberapa tahun atau beberapa proses lagi utnuk akhirnya tiba kepada tingkatan hubungan yang sewajarnya dan sepatutnya.

Saya, Jhon Yonathan Kwano hanya kuatir, dalam era Pasar ASEAN yang telah dimulai Desember 2015 ini akan berakibat kekalahan di pihak kita di Indonesia, karena kebanyakan orang akan lebih percaya kepada pembeli dan penjual non-Indonesia daripada percaya kepada orang penjual dan pembeli orang Indonesia sendiri.

Saya selalu mengutip apa yang pernah dikatakan mas Gito, "Di Indonesia ini, Malaikat-pun dicurigai." Hanya kalau tingkat "trust" antara pembeli dan penjual di Indonesia bertumbuh, maka kita bertepuk dada untuk menyatakan siap bersaing di pasar tingkat manapun.

Tantangan buat saya sebagai pengusaha Toko Online pertama dari Tanah Papua ialah membangun dan memelihara trust dari para pembeli di mana saja Anda berada. Untuk membangun rasa saling percaya itu, kami mendekatkan diri keapda para konsumen di seluruh Indonesia. Untuk itu, pada saat ini kami sudah memiliki Unit Penjualan Kopi Papua di alamat dan tempat sebagai berikut

  1. Kantor Pusat PAPUAmart.com di Jl. Bedreg No. 39, RT/RW: 08/41, Sambilegi, Maguwoharjo, DEPOK 55282, Sleman, D.I. Yogyakarta
  2. Minimarket PAPUAmart.com di Jayapura: Jl. Raya Sentani - Abepura, Hawai, No. 05 Sentani Kota Kabupaten Jayapura 99352 Provinsi Papua
  3. PAPUAmart.com Jakarta Jl. Muhammad Kahfi 1, Gg, Nila No. 75 Kel. Ciganjur Kec. Jagakarsa Jakarta Selatan SMS: 0856-9135-0287 (Mas Gito) dan 
  4. PAPUAmart.com Jakarta Jl. Muhammad Kahfi 1. Gang Ciremai, RT. 01/04 No. 7 Kel. Cipedak Kec. Jagakarsa Jakarta Sekatan SMS: 0822-1018-3000 (Mas John)
  5. PAPUAmart.com Manokwari: Jl. Poros Manokwari - Sorong, Kampung Mantedi, Distrik Masni, Manokwari, Papua Barat.
Dengan demikian siapapun boleh datang berkunjung dan kami lebih mengutamakan para konsumen yang telah kami kenal secara fisik/ pribadi.

No comments:

Post a Comment