Friday, 4 September 2015

"Kamu Harus Memberi Mereka Makan!" Demikian Firman Tuhan disampaikan Pdt. Nick Suebu

Pdt. Nick Suebu dalam Khotbah Peresmian Minimarket PAPUAmart.com 01.

Tidak banyak orang mengenal sosok Pdt. Nick Suebu, yang selama puluhan tahun dan sepanjang hidupnya ia dedikasikan diri melayani di ladang Tuhan, terutama terlibat dalam penginjilan di seluruh kawasan Adat Tabi/ Mamta.

Pdt. Nick Suebu sebagai Tokoh Gereja Injili di Indonesia di Kota Sentani - Jayapura, telah diundang oleh KSU Baliem Arabica untuk menyampaikan Renungan Singkat Peresmian minimarket PAPUAmart.com di Jalan Raya Sentani, Hawai No. 05, Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Judul khotbahnya ialah "Kamu harus memberi mereka makan!" yaitu sebuah perintah dari Tuhan Yesus Kristen kepada murid-murid-Nya yang mempertanyakan kepada Yesus bagaimana cara mengatasi orang banyak yang telah datang mengikuti Dia dan murid-murid-Nya dan waktu telah malam, dan desa-desa di mana mereka bisa menginap dan mencari makan cukup jauh. Yesus tidak berpikir lama dan tidak pusing, ia malah memerintahkan murid-murid-Nya untuk bertanggung-jawab atas kananan domba-domba Allah yang telah datang kepada-Nya.
Minimarket ini didirikan oleh anggota gereja, oleh karena itu kita harus camkan dengan baik-baik, bahwa gereja bertanggungjawab, anggota gereja bertanggungjawab, orang Kristen bertanggungjawab memberi makan kepada setiap orang yang kelaparan di Tanah Papua ini, bahakn juga di seluruh dunia. Bukan hanya makanan rohani, tetapi juga makanan jasmani. Kita sebagai anak-anak Tuhan harus tulus seperti merpati dan licik seperti ular, dan harus berupaya dengan berbagai cara untuk memberi makan kepada mereka yang kelaparan.
PAPUAmart.com ini telah berdiri untuk memberi makan kepada semua orang,

demikian khotba Pdt. Nick Suebu.

Nats ini diambil dari Markus 6:35, Matius 14:16 dan Lukas 9:3.

Pertanyaan sekarang, apakah PAPUAmart.com mau jadi sama dengan murid-murid Tuhan Yesus yang masih bingung, ataukah belajar dari kekurangan ini dan menjadi bijak, mempersiapkan diri untuk memberi mereka makan?
Pdt. Nick Suebu, Pdt Ki'marek Karoba dan Pdt. Dorman Wandikmbo

Thursday, 3 September 2015

Kini Saatnya Pemerintah dan Gereja 'Mempersilahkan' Petani Kopi Membangun Papua

Pdt. Ki'marek Karoba Tawy
Petani Kopi Sudah Sanggup Memberi Makan kepada Gereja dan kepada Pemerintah, jadi waktu sekarang sudah tiba, kami petani kopi sudah sanggup, bukan berusaha, tetapi sudah sanggup. Tugas pemerintah dan tugas gereja hanya mempersilahkan dan angkat topi, beri arahan, perlindungan dan masukan, kami petani Kopi sudah siap dan sudah ada bukti sekarang.

Demikian pidato Pdt. Ki'marek Karoba Tawy sebagai penasehat Petani Kopi Papua dan Pembina KSU Baliem Arabica pada saat pengguntingan pita minimarket PAPUAmart.com di Jalan Raya Sentani, Hawai No. 05, Setani Kota, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Apa maksud dari pernyatan ini?

Setelah ditanyai ulang, Pdt. Karoba, yang juga Pendiri Gereja Injili di Indonesia ini menyatakan,

Maksud kami pemerintah dan gereja jangan pikir perlu pemberdayaan, perlu pembinaan dan perlu ajarkan apa-apa mengenai Kopi, atau Ekonomi atau Toko, karena kami petani kopi sudah sanggup ekspor dan sudah sanggup bikin kios di kampung-kampung dan sekarang sudang bukti bikin toko, jadi kami minta pemerintah dan gereja mempersilahkan, mendoakan dan mendorong memberikan semangat. Jadi kami tidak minta uang, kami tidak minta apa-apa, kami minta akui saja dan persilahkan saja.
Lalu tim PAPUA.business (PAPUAbiz) sebagai media informasi dan pemberitaan berita tentang entrepreneurship di Tanah Papua menanyakan kepada Pdt. Karoba, "Apa artinya mempersilahkan dan mendorong!" dalam sambutannya itu. Pdt. Karoba menjawab,
Yang pemerintah punya itu kekuasaan, hukum dan aturan, jadi mereka pemerintah harus memberikan perlindungan hukum, memberikan izin-izin, dan fasilitas seperti pinjaman-pinjaman dari Bank Paupa atau Bank Mandiri atau Bank BRI atau siapa saja yang bisa memberikan pinjaman. Saya bilang begitu karena saya tidak mau petani Kopi mengemis atau minta-minta kepada pemerintah. Saya mau petani kopi pikir untuk pinjam, kalau mau tambah modal.
Di sini saya minta anak saya Gubernur Papua untuk bantu adik-adiknya yang menjadi Ketua Koperasi, Kepala Gudang Produksi dan pimpinan dalam Unit-Unit Koperasi untuk membentu mereka memberikan perlindungan hukum dan fasilitas untuk kredit. Jangan Gubernur pikir untuk berikan bantuan. Kami tidak perlu bantuan, kami perlu pinjaman. 
Kalau minta-minta terus, kami petani kopi tidak minta lagi. Kalau ada yang minta uang karena mau bikin Kopi Papua, itu bukan KSU Baliem Arabica, tetapi KSU lain atau orang lain.
 Tim PAPUAbiz tanyakan apa hubungan gereja? dan Pdt. Karoba kembali menyatakan,
Saya pendiri gereja, saya tokoh gereja, saya tahu gereja saat ini butuh pengembangan ekonomi yang merakyat dan betul-betul jawab keperluan rakyat, atau anggota gereja. Dan Koperasi dan kios seperti ini sangat perlu dari anggota jemaat. Karena itu saya minta gereja-gereja di Tanah Papua untuk mengarahkan para anggota jemaatnya, gerejanya, klasisnya, Sinodenya untuk mendukung pendirian minimarket PAPUAmart.com di seluruh tanah Papua dan di seluruh Melanesia. Saya juga tidak minta uang, tetapi minta dukungan doa dan dukungan fasilitas organisasi gereja digunakan untuk mendorong ekonomi jemaat mengikuti contoh Koperasi Baliem Arabica.
Dalam kesimpulannya, gereja dan pemerintah dimintakan agar "mempersilahkan" KSU Baliem Arabica membangun ekonomi masyarakat Papua dan anggota gereja dengan memberikan dukungan-dukungan administrasi, pinjaman, doa dan fasilitas birokrasi untuk melindungi, mendorong dan memperluas pengembangan bisnis minimarket PAPUAmart.com.