Monday, 16 February 2015

Papua Aman Bagi Investor Franchise

Senin, 16 Februari 2015 02:01, BintangPAPUA.com

JAYAPURA – Owneratau Pemilik Bangi Kopitiam Pusat Sebagai Pemegang Master Franchise Indonesia, Mulyadi Praminta menegaskan Papua adalah suatu wilayah di Tanah Air yang sangat aman dan kondusif bagi investor, khususnya bisnis franchise.
“Papua sudah terbuka, warganya juga cukup familiar.

Kami selalu memperkenalkan keseluruh daerah di Indonesia dan di luar negeri, Papua aman dan kondusif. Jadi nggak ada yang perlu ditakutin, untuk mengirim trainner kami ke Papua,” tegas  Mulyadi Praminta disela-sela Soft  Opening Bangi Kopitiam Jayapura di Jalan Raya Sentani No.10, Abepura, Senin (9/2) lalu.

Menurutnya, Bangi Kopitiam membuka Outlet pertama kali di Malaysia. Bangi Kopitiam diambil dari nama jalan Kota Baru di Bangi, Malaysia.

Alhasil, dua orang Malaysia merantau dan menjadi pengusaha sukses. Akhirnya mereka mencetuskan ide ingin membuka satu tempat kopi, untuk menampung teman-teman dari daerah jika ke Kuala Lumpur ada Coffee Shopdi Kedai mereka. Tercetuslah Bangi Kopitiam ini.


Ternyata ternyata bisnis Bangi Kopitiam makin berkembang. Bahkan jika teman-temannya datang dari daerah ke Bangi Kopitiam acapkali mereka nggak dapat tempat duduk, karena Bangi Kopitiam yang pertama nggak terlalu besar akhirnya tercetus membuka Outlet yang kedua ternyata makin berkembang. Akhirnya tercetuslah ide untuk membuat franchiseatau waralaba.
DikatakanMulyadi Praminta, Bangi Kopitiam yang kini 55 Outlet diseluruh Tanah Air berawal ketika bersama partnernya di Malaysia mengembangkan bisnis printing (mesin cetak).

“Jadi setiap kali saya datang ke Malaysia selalu dibawah ke Bangi Kopitiam untuk makan bersama. Saya tanya ke mereka kenapa kamu bawa saya ke Bangi, ternyata Bangi itu miliknya,” tandas Mulyadi Praminta.

Akhirnya tercetus ide, ujarnya, kalau Bangi ini dibawa ke Indonesia, karena cocok dengan Indonesia karena rumpun Melayu juga rasanya nggak jauh berbeda deban taste di Indonesia.

“Dia sangat respek sekali dan setuju Bangi dibawah ke Indonesia,” katanya.

Bangi membuka Outlet pertama empat tahun lalu di Pasang Grahan, dekat Puri Indah, Jakarta Barat. Ternyata respek rakyat Indonesia sangat antusias. Lalu munculah OutletBangi yang lain.

“Jadi di Indonesia Timur  kita sudah buka di Makassar ternyata animo di Kota Daeng terus ramai dan memang diminati di Makassar, makanya kita berani untuk buka di Papua,” ujar Mulyadi Praminta
Franchise berapa modalnya, ujarnya, Bangi mensyaratkan lokasi harus strategis dan tempat parkir juga harus cukup memadai.

Pasalnya, Bangi punya konsep bukan semata-mata untuk Resto dan makan langsung jalan. Tapi tempat untuk berkumpul bersama-sama, ngobrol dan santai dalam waktu panjang.

Bangi punya tag line adalah Muhibah artinya kebersamaan, semua golongan, semua agama menjadi satu kebersamaan.

“Jadi nuasanya itu kita akan buat secantik mungkin dan senyaman mungkin bagi pengunjung  untuk datang ke tempat Bangi,” ujar dia.

Untuk modalnya berapa, kata dia, untuk total investasi berikut semua peralatan dan lain-lainnya kurang lebih harus disiapkan dana Rp2,5 Miliar plus renovasi tempat.

Terkait peluang kerja, kata dia, Bangi menggunakan tenaga lokal, menciptakan dan membuka lapangan pekerjaan untuk rakyat Indonesia terutama orang Papua sendiri.(mdc/aj/lo2)